BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Kata hormon berasal dari istilah Yunani yang berarti membangkitkan aktifitas. Hormon dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar endokrin. Antara kelenjar-kelenjar ini termasuklah pituitari, tiroid, timus, adrenal, pankreas, ovari dan testis. Sistem Endokrin dan susunan saraf merupakan alat utama dimana tubuh mengkomunikasikan antara berbagai jaringan dan sel. Sistem syaraf sering dipandang sebagai pembawa pesan melalui sistem struktural yang tepat. Sistem endokrin dimana berbagai macam “hormon” disekresikan oleh kelenjar yang sfesifik, diangkut sebagai pesan yang bergerak untuk bereaksi pada sel atau organ targetnya (identifikasi dari hormon).
Interaksi hormon dengan reseptor permukaan sel akan memberikan sinyal pembentukan senyawa yang disebut sebagai second messenger (hormon sendiri dianggap sebagai first messenger). Jika hormon sudah berinteraksi dengan reseptor spesifiknya pada sel-sel target, maka peristiwa-peristiwa komunikasi intraseluler dimulai. Hal ini dapat melibatkan reaksi modifikasi seperti fosforilasi dan dapat mempunyai pengaruh pada ekspresi gen dan kadar ion. Peristiwa-peristiwa ini hanya memerlukan dilepaskannya zat-zat pengatur.
Mineral merupakan komponen inorganik yang terdapat dalam tubuh manusia. Berdasarkan dari kebutuhannya, mineral terbagi menjadi 2 kelompok yaitu mineral makro & mineral mikro. Mineral makro dibutuhkan dengan jumlah > 100 mg per hari sedangkan mineral mikro dibutuhkan dengan jumlah <100 mg per hari.
Mineral-mineral yang dibutuhkan tubuh akan memiliki fungsi khasnya masing-masing seperti kalsium yang berperan dalam pembentukan struktur tulang & gigi, natrium berfungsi dalam menjaga kesimbangan cairan tubuh atau juga kalsium yang berfungsi untuk memperlancar kontraksi otot dan mineral lainnya yang berperan dan memiliki fungsi lainnya dalam metabolisme tubuh.
Dalam proses metabolisme energi tubuh, mineral-mineral yang diperoleh melalui konsumsi bahan pangan dalam keseharian ini akan terlibat dalam proses pengambilan energi dari simpanan glukosa (glycolysis), pengambilan energi dari simpanan lemak (lipolysis), pengambilan energi dari simpanan protein (proteolysis) serta juga terlibat dalam pengambilan energi dari phosphocreatine (PCr).
Keduanya sangat berperan penting bagi kehidupan manusia. Tanpa adanya salah satu unsur saja, jalur metabolisme tubuh manusia akan terganggu. Dan berakibat patal. Tidak hanya itu, akan timbul bermacam-macam kelainan dan masalah yang mengganggu jalannya aktivitas seseorang.
B.Tujuan

  1. Memenuhi salah satu tugas mata kuliah Biokimia.
  2. Memberikan informasi kepada pembaca tentang pentingnya hormon dan mineral.
  3. Menambah wawasan pembaca tentang jenis-jenis mineral dan fungsinya.
  4. Memberikan informasi kepada pembaca pengaruh yang ditimbulkan atau kelainan yang ditimbulkan akibat kekurangan hormon estrogen dan kalsium.
  5. Menambah wawasan kepada pembaca tentang sumber-sumber kalsium.
  6. Memberikan informasi tentang hubungan hormon estrogen dan kalsium.
BAB II
PEMBAHASAN
A.HORMON
Hormon adalah zat kimiawi yang dihasilkan tubuh secara alami. Begitu dikeluakan, hormon akan dialirkan oleh darah menuju berbagai jaringan sel dan menimbulkan efek tertentu sesuai dengan fungsinya masing-masing. Contoh efek hormon pada tubuh manusia:
Perubahan Fisik yang ditandai dengan tumbuhnya rambut di daerah tertentu dan bentuk tubuh yang khas pada pria dan wanita (payudara membesar, lekuk tubuh feminin pada wanita dan bentuk tubuh maskulin pada pria).
Perubahan Psikologis: Perilaku feminin dan maskulin, sensivitas, mood/suasana hati.
Perubahan Sistem Reproduksi: Pematangan organ reproduksi, produksi organ seksual (estrogen oleh ovarium dan testosteron oleh testis).
Di balik fungsinya yang mengagumkan, hormon kadang jadi biang keladi berbagai masalah. Misalnya siklus haid yang tidak teratur atau jerawat yang tumbuh membabi buta di wajah. Hormon pula yang kadang membuat kita senang atau malah sedih tanpa sebab. Semua orang pasti pernah mengalami hal ini, terutama saat pubertas.Yang pasti, setiap hormon memiliki fungsi yang sangat spesifik pada masing-masing sel sasarannya. Tak heran, satu macam hormon bisa memiliki aksi yang berbeda-beda sesuai sel yang menerimanya saat dialirkan oleh darah.
Pada dasarnya hormon bisa dibagi menurut komposisi kandungannya yang berbeda-beda sebagai berikut:

  1. Hormon yang mengandung asam amino (epinefrin, norepinefrin, tiroksin dan triodtironin).
  2. Hormon yang mengandung lipid (testosteron, progesteron, estrogen, aldosteron, dan kortisol).
  3. Hormon yang mengandung protein (insulin, prolaktin, vasopresin, oksitosin, hormon pertumbuhan (growth hormone), FSH, LH, TSH).
B. HORMON WANITA
Hormon wanita terutama dibentuk di ovarium (hormon pria dibentuk di testis). Baik pria maupun wanita, pada dasarnya memiliki jenis hormon yang relatif sama. Hanya kadarnya yang berbeda. Hormon seksual pria antara lain androstenidion dan testosteron (androgen). Pada wanita, hormon seksual kewanitaannya lebih banyak ketimbang pria. Begitu pula sebaliknya. Hormon-hormon ini bisa dibuat secara sintetis. Hormon seksual wanita salah satunya estrogen.
C. HORMON ESTROGEN
Estrogen adalah hormon wanita yang berperan dalam perkembangan dan pemelihararaan struktur reproduksi wanita dan karakteristik sekunder seperti payudara. Estrogen normalnya hanya dihasilkan oleh ovary yaitu salah satu organ wanita, tetapi ada juga yang dihasilkan secara exogen/luar ovary. Contoh estrogen yang dihasilkan dari luar yaitu, sel-sel adipose atau kita sebut sel lemak. Orang yang berbadan gemuk memiliki sel lemak yang lebih banyak dari orang biasa, maka ia menghasilkan estrogen lebih banyak pula.

a. FUNGSI ESTROGEN

Estrogen berfungsi pada fase proliferatif uterus, artinya pertumbuhan sel melebihi normal, maka jadilah myoma/tumor. Pada fase proliferatif, butuh asupan tenaga untuk perkembangan uterus, tenaga dan energi dibawa oleh darah, jadi banyak pembuluh darah yang terbentuk saat fase proliferatif. Hal ini juga dapat menyebabkan darah keluar banyak ketika menstruasi.
b. AKIBAT BERKURANGNYA HORMON ESTROGEN
Dampak jangka panjang akibat berkurangnya hormon estrogen adalah:

  1. Meningkatnya risiko Osteoporosis ( patah tulang ).
  2. Meningkatnya risiko penyakit jantung koroner.
  3. Meningkatnya risiko dimensia ( linglung ).
  4. Meningkatnya risiko kanker usus besar.
  5. Meningkatnya risiko stroke dan katarak.

c.PERAN HORMON ESTROGEN (MENOPOUSE)

Kata menopause berasal dari dua kata Yunani yang berarti “bulan” dan “penghentian sementara” yang secara linguistik lebih tepat disebut “menocease”. Secara medis istilah menopause mengandung arti berhentinya masa menstruasi, bukan istirahat. Menopause merupakan peristiwa alami dalam siklus kehidupan wanita. Sesudah menopause, indung telur berhenti memproduksi hormon wanita estrogen. Estrogen sangat penting untuk memelihara kekuatan tulang yang mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Tanpa estrogen tulang kehilangan kalsium yang merupakan salah satu komponen terpenting tulang anda.
Hilangnya estrogen pada saat menopause memiliki efek yang kritis pada kepadatan tulang. Sebelum masa menopause, hilangnya massa tulang pada wanita sama dengan yang terjadi pada pria (sekitar 3-5% per dekade) dan lebih berkaitan dengan gaya hidup yang bersifat menetap. Meskipun demikian, hilangnya massa tulang meningkat dengan cepat seiring hilangnya estrogen selama masa menopause, dimana seorang wanita mungkin akan kehilangan sebesar 10% hingga 15% pada tulang apendikular serta antara 15% dan 20% dari tulang belakang. Tulang-tulang akan kehilangan massa tulang sekitar 2% setiap tahunnya selama 5-10 tahun setelah masa menopause dan bersifat tetap sekitar 3% per dekade setelah usia 75 tahun.
Beberapa wanita kehilangan massa tulang lebih cepat dari wanita lainnya dan beberapa wanita mengalami masa menopause dini. Menopause dini (sebelum 45 tahun, sebagai contoh), menyebabkan tulang kehilangan benefit estrogen lebih dini dari biasanya, akibatnya wanita-wanita yang mengalami menopause dini menjadi lebih mudah diserang penyakit osteoporosis dikemudian hari.
Setelah menopause terjadi, bukan berarti kondisi tubuh, terutama fisik, aman-aman saja. Pasalnya, menopause yang berarti berhentinya haid secara alami akan diikuti oleh beberapa kondisi, antara lain penyakit dan kondisi psikis yang labil. Pada saat menopause datang, hormon estrogen bersama tiga hormon reproduksi lain akan berhenti diproduksi oleh tubuh. Estrogen, tambahnya, juga mempengaruhi kolesterol dalam darah. Dengan estrogen, kolesterol yang baik (HDL) yang mencegah terjadinya pengendapan di pembuluh darah koroner akan meningkat. Sebaliknya, kolesterol jahat (LDL) menurun. Namun, pada saat atau bahkan sebelum menopause berlangsung, yang terjadi adalah sebaliknya, lantaran estrogen tak lagi diproduksi tubuh.
Bahkan, keadaan itu masih ditambah lagi dengan naiknya trigliserida, tekanan darah dan terjadinya gangguan metabolisme darah, yang akhirnya akan terjadi gangguan aktivitas. Salah satu akibatnya, vagina mengkerut dan produksi lendirnya berkurang. Itu sebabnya, vagina jadi kering dan muncul rasa perih saat bersenggama.
Untuk mencegah berbagai keluhan yang mungkin terjadi di masa menopause yang disebabkan oleh kekurangan hormon estrogen, pengaturan menu makanan yang tepat sedini mungkin adalah salah satu jawaban yang tepat untuk mengatasi kekurangan hormon estrogen pada tubuh. Hal ini merupakan alternatif alamiah, yaitu dengan mengkonsumsi ekstra estrogen yang banyak terkandung pada sejumlah bahan pangan. Ada senyawa alamiah dalam tumbuh-tumbuhan dan kacang-kacangan yang struktur kimianya mirip dengan hormon estrogen dan disinyalir akan menghasilkan efek seperti kerja estrogen. Senyawa tersebut disebut fitoestrogen. Bahan pangan yang kaya akan fitoestrogen adalah jenis kacang-kacangan terutama kacang kedelai, serta dapat ditemukan pada hampir semua jenis sereal, sayuran, pepaya, dan tanaman lain yang kaya akan kalsium.
Gejala-gejala yang timbul dan dirasakan mengganggu pada setiap wanita usia menjelang dan semasa menopause berupa haid tidak teratur, hot flushes (semburan panas didaerah dada, leher, yang menyebar ke wajah sampai kulit kepala), night sweat, jantung berdebar-debar, sakit kepala / migren, vertigo, insomnia (susah tidur), nyeri sendi, nyeri otot, cepat letih, gairah sex yang menurun, sampai pada perubahan emosi seperti cemas, depresi, dan mudah tersinggung.
Salah satu akibat jangka panjang yang harus diperhatikan pada wanita menopause adalah osteoporosis.
Osteoporosis adalah penyakit tulang paling umum pada orang dewasa, terutama pada usia tua. Osteoporosis merupakan jenis penyakit yang berbeda dengan ostomalasia dari rickets, penyakit ini lebih disebabkan oleh berkurangnya matriks organic daripada kelainan kalsifiaksi tulang. Pada osteoporosis aktivitas osteoblstik pada pengendapan tulang menurun. Penyebab berkurangya tulang ini adalah karena aktivitas osteoklastik yang belebihan. Sebagai besar penyebab osteoporosis adalah:

  1. Kurangnya stres fisik terhadap tulang karena tidak aktif.
  2. Malnutrisi yang berlebihan sehingga tidak dapat dibentuk matriks protein yang cukup.
  3. Kurangnya vitamin C, yang diperlukan untuk sekresi bahan-bahan intraselular oleh seluruh sel, termasuk osteblas.
  4. Kurangnya sekresi estrogen pada masa postmenopause, sebaba estrogen itu mempunyai aktivitas perangsang osteblas.
  5. Pada usia tua, di mana hormon pertumbuhan dan faktor-faktor pertumbuhan lainnya sangat berkurang ditambah dengan kenyataan bahwa banyak fungsi anabolik protein buruk, sehingga matriks tulang tidak dapat diendapkan dengan baik.
  6. Penyakit Cushing, karena glukokortikoid yang disekresikan pada penyakit ini jumlahnya banyak sekali sehingga menyebabkan berkurangnya pengendapan protein di seluruh tubuh, dan meningkatkan katabolisme protein dan juga mempunyai efek khusus menekan aktivitas osteoblastik.
Wanita memiliki kemungkinan lebih besar terkenan osteoporosis karena faktor hormonal, yaitu berkurangnya hormon estrogen begitu memasuki masa menopause. Bukan hanya faktor kekurangan kalsium dan vitamin D yang memicu terjadinya osteoporosis. Faktor genetik, pengobatan untuk sakit astma, gangguan fisiologi, kafein, rokok, alcohol dan kurang olahraga bisa menjadi pemicu lainnya.
d. JALUR METABOLISME HORMON ESTROGEN
Hormon estrogen sangat penting dalam kehidupan wanita, karena berperan pada pengaturan siklus haid dan keseimbangan remodeling tulang. Penurunan hormon estrogen secara fisiologis dimulai pada usia 40 tahun, dan dapat menimbulkan keluhan sindroma defisiensi hormon estrogen. Pada usia pascamenopause, sekitar usia 50 tahun ke atas, defisiensi estrogen dapat mengakibatkan perubahan keseimbangan remodeling tulang, yaitu berupa penurunan formasi tulang dan peningkatan resorpsi tulang. Dengan demikian para wanita yang tinggal di kedua kola tersebut di atas, mereka telah mengalami kekurangan paparan sinar UV pada usia reproduksi mengakibatkan rendahnya kadar harmon kalsitriol pada tubuh mereka.
Pada wanita dewasa, dalam keadaan normal dan fisiologis, terdapat paling tidak empat organ reproduksi yang mengalami pasang surut menurut siklus yang teratur (bersiklus). Setiap organ dari sistem reproduksi tersebut mengalami siklus yang berlangsung secara sinkron satu sama lain. Ini berarti siklus yang satu menjadi indikasi yang lain, dan siklus yang satu saling terkait dengan siklus yang lain. Demikian pula jika oleh suatu hal terjadi perubahan pada salah satu siklus akan tergambarkan pada siklus yang lain.
Keempat organ tersebut ialah, ovarium (indung telur), endometrium (dinding rahim), dinding vagina, dan kelenjar mammae (kelenjar susu). Siklusnya dinamakan sesuai dengan organ yang bersiklus, yaitu siklus ovarium, siklus endometrium (siklus menstruasi), siklus dinding vagina, dan siklus kelenjar susu. Siklus-siklus ini dimaksudkan sebagai persiapan periodik untuk pembuahan dan kehamilan, karena sistem reproduksi kita ini memang diciptakan untuk melestarikan keturunan. Lama siklus pada wanita bervariasi (variasi individu), namun rata-rata 28 hari.
Saat ini kejadian osteoporosis pasca menopause makin jelas hubungannya dengan penurunan hormon estrogen secara fisiologis, yang menyebabkan penurunan aktivitas osteoblas dan peningkatan osteoklas. Hal ini dihubungkan dengan kehilangan massa tulang yang berlebihan, perubahan arsitektur tulang penurunan kekuatan tulang yang menyebabkan tercapainya ambang patah tulang tanpa keluhan-keluhan klinis yang mengganggu. Penurunan estrogen dan kejadian penurunan aktivitas osteoblas telah dibuktikan oleh Rachman IA (1999) yang melakukan ooforektomi bilateral (OVX) pada Macaca fascicularis betina yang masih haid teratur dan pernah beranak, setelah 6 bulan ditemukan penurunan hormon estrogen dari rerata kadar normal 74,4 ng/ml (Normal 40-120 ng/ml) menjadi 18,5 ng/ml dan penurunan osteokalsin (petanda biokimia aktivitas osteoblas dari retata 21,73 ng/ml (Normal 15-22 ng/ml menjadi 11,84 ng/ml, hal ini menyebabkan perubahan remodelling tulang kearah penurunan densitas tulang.
D.MINERAL
Mineral merupakan komponen inorganik yang terdapat dalam tubuh manusia. Berdasarkan dari kebutuhannya, mineral terbagi menjadi 2 kelompok yaitu mineral makro & mineral mikro. Mineral makro dibutuhkan dengan jumlah > 100 mg per hari sedangkan mineral mikro dibutuhkan dengan jumlah <100 mg per hari.
E.MACAM-MACAM MINERAL
Didalam kehidupan manusia, mineral sangat dibutuhkan tubuh. Contoh-contoh mineral adalah Kalsium, Fosfor, Magnesium, Natrium, Klorida, Kalium, Besi, Seng, Iodium, Selenium, Tembaga, Mangan, Kromium.
Mineral-mineral yang dibutuhkan tubuh akan memiliki fungsi khasnya masing-masing seperti kalsium yang berperan dalam pembentukan struktur tulang & gigi, natrium berfungsi dalam menjaga kesimbangan cairan tubuh atau juga kalsium yang berfungsi untuk memperlancar kontraksi otot.
Dalam proses metabolisme energi tubuh, mineral-mineral yang diperoleh melalui konsumsi bahan pangan dalam keseharian ini akan terlibat dalam proses pengambilan energi dari simpanan glukosa (glycolysis), pengambilan energi dari simpanan lemak (lipolysis), pengambilan energi dari simpanan protein (proteolysis) serta juga terlibat dalam pengambilan energi dari phosphocreatine (PCr).
F. KALSIUM
Kalsium (Latin calcis, bermaksud “kapur”) telah diketahui seawal abad pertama apabila orang Rom kuno menyediakan kapur dalam bentuk kalsium oksida. Namun hanya pada tahun 1808 di England, Sir Humphrey Davy telah mengasingkannya dengan mengelektrolisiskan campuran kapur dan raksa oksida. Davy pada masa itu cuba untuk mengasingkan kalsium apabila beliau terdengar bahawa Berzelius dan Pontin telah menyediakan kalsium amalgam dengan mengelektrolisiskan kapur dalam raksa, lantas beliau telah mencubanya sendiri. Beliau telah menggunakan elektrolisis sepanjang hayatnya dan telah menemui/mengasingkan magnesium, strontium dan barium.
Kalsium merupakan jenis mineral yang paling berlimpah dalam tubuh manusia. Total rata-rata banyaknya kalsium pada tubuh manusia dewasa kurang lebih mencapai 1 kg, dimana 99% terdapat pada tulang dan gigi, lalu 1% sisanya ada pada cairan tubuh dan aliran darah. Walaupun terkesan sangat sedikit, sisa 1% ini sebenarnya berperan penting dalam transmisi sistem saraf, konstraksi otot, pengaturan tekanan darah, dan pelepasan hormon.
Jika kekurangan akan berakibat tidak maksimalnya pertumbuhan tulang dan gigi serta rendahya tingkat intelegensia, tapi bila kelebihan juga dapat menimbulkan kematian. Disimpulkan bahwa asupan kalsium tinggi (di atas 850 mg) bisa mengurangi risiko gejala batu ginjal. Hal ini karena kalsium memiliki efek protektif dengan mengikat oksalat di usus dan mencegah penyerapan oksalat yang bisa membentuk batu. Yang lebih penting lagi, kalsium juga berpengaruh terhadap masa depan kesehatan bayi.
Kalsium tidak dijumpai dalam semula jadi dalam bentuk unsurnya. Kalsium dijumpai dalam sistem tanah biasanya dalam bentuk batu kapur, gipsum dan fluorit. Stalagmit dan stalaktit mengandungi kalsium karbonat. Oleh sebab ia merupakan zat makro dalam diet manusia, amalan pemuliharaan tanah selalunya mengambil kira keseimbangan lestari kepekatan kalsium dalam tanah.
Kalsium, bergabung dengan fosfat untuk membentuk hidroksilapatit, iaitu bagian mineral dalam gigi dan tulang manusia dan hewan. Bagian mineral setengah batu karang juga boleh terbentuk menjadi hidroksilapatit.
Kalsium oksida (kapur) digunakan dalam kebanyakan proses penapis kimia dan dihasilkan dengan memanaskan dan mencampurkan air secara berhati-hati kepada batu kapur. Apabila kapur bercampur dengan pasir, ia mengeras menjadi mortar dan diubah menjadi plaster melalui pengambilan karbon dioksida. Jika dicampur dengan sebatian-sebatian lain, kapur membentuk bahagian penting dalam simen Portland.
Apabila air menelusi batu kapur dan lain-lain batuan karbonat larut, ia melarutkan secara separa batu-batuan dan menyebabkan pembentukan gula dan ciri stalaktit dan stalagmit dan juga menghasilkan air liat. Lain sebatian kalsium yang penting termasuklah nitrat, sulfida, klorida, karbida, sianamida, dan hipoklorit.

  1. SIFAT-SIFAT UTAMA KALSIUM
Kalsium adalah penting untuk pengecutan otot, pengaktifan oosit, membentuk tulang dan gigi yang kuat, pembekuan darah, penghantaran impuls saraf, pengawalaturan degupan jantung, dan keseimbangan bendalir dalam sel. Di Amerika Syarikat, antara 50% ke 75% orang dewasa tidak memperoleh kalsium yang mencukupi dalam diet mereka. [1] Orang dewasa memerlukan antara 1,000 hingga 1,300 mg kalsium dalam diet seharian mereka. [1]
Isotop paling berlimpah, 40Ca, mempunyai nukleus20 proton dan 20 neutron. Tatarajah elektronnya adalah: 2 elektron pada petala K (nombor kuantum utama 1), 8 pada petala L (nombor kuantum utama 2), 8 pada petala M (nombor kuantum utama 3), dan 2 pada petala N (nombor kuantum utama 4). Petala terluar adalah petala valens, dengan 2 elektron pada orbital 4s tunggal, manakala orbital 3p kosong.
b. MANFAAT KALSIUM
Kalsium mempunyai peran vital pada tulang sehingga dapat mencegah timbulnya osteoporosis. Namun kalsium yang berada di luar tulang pun mempunyai peran yang besar, antara lain mendukung kegiatan enzim, hormon, syaraf dan darah. Berikut beberapa manfaat kalsium bagi tubuh :

  1. Mengaktifkan syaraf / Menghantarkan signal ke dalam sel-sel saraf
  2. Melancarkan peredaran darah
  3. Melenturkan otot / mengatur kontraksi otot
  4. Menormalkan tekanan darah
  5. Menyeimbangkan keasaman/kebasaan darah
  6. Menjaga keseimbangan cairan tubuh
  7. Mencegah Osteoporosis (keropos tulang)
  8. Mencegah penyakit jantung
  9. Menurunkan resiko kanker usus
  10. Mengatasi kram, sakit pinggang, wasir, dan reumatik
  11. Mengatasi keluhan saat haid dan menopause
  12. Meminimalkan penyusutan tulang selama hamil dan menyusui
  13. Membantu mineralisasi gigi dan mencegah pendarahan akar gigi
  14. Mengatasi Kaki tangan kering dan pecah-pecah
  15. Memulihkan gairah seks yang menurun/melemah
  16. Mengatasi kencing manis (mengaktifkan pankreas)
  17. Membentuk serta mempertahankan tulang dan gigi yang sehat
  18. Membantu proses pembekuan darah dan penyembuhan luka
  19. Membantu transport ion melalui membran
  20. Sebagai komponen penting dalam produksi hormon dan enzim yang mengatur proses penceRNaan, energi dan metabolisme lemak
Hasil penelitian membuktikan bahwa kalsium lebih banyak dibutuhkan oleh kaum wanita daripada pria, alasannya:
Menghindari Ancaman Osteoporosis, saat menopouse wanita akan kehilangan sejumlah besar hormon estrogen yang bisa mengakibatkan penyakit osteoporosis.
Membantu pembentukan tulang dan gigi, 99 persen kalsium dalam tubuh tersimpan dalam tulang dan gigi.
Membantu pembekuan darah, tanpa kalsium darah tidak bisa membeku bila terjadi luka.
Menghindari sindrom pramenstruasi, pada siklus haid ketiga gejala PMS bisa dikurangi hingga 48 persen pada wanita yang menelan kalsium.
Mengurangi resiko gejala batu ginjal, kalsium memiliki efek protektif yang mencegah penyerapan oksalat yang bisa membentuk batu di ginjal.
Melindungi bayi dalam kandungan, wanita yang diberi suplemen kalsium selama masa kehamilan akan memiliki anak-anak yang cukup terlindungi dari resiko hipertensi.
c. SUMBER KALSIUM
Sumber kalsium terbagi dua, yaitu hewani dan nabati. Bahan makanan hewani yang mengandung kalsium antara lain adalah ikan, udang, susu, kuning telur, dan daging sapi. Sayangnya, jika dikonsumsi berlebihan bahan hewani ini, terutama daging sapi, bisa menghambat penyerapan kalsium, karena kadar proteinnya tinggi. Kandungan proteinnya yang tinggi akan meningkatkan keasaman (pH) darah. Guna menjaga agar keasaman darah tetap normal, tubuh terpaksa menarik deposit kalsium (yang bersifat basa) dari tulang, sehingga kepadatan tulang berkurang. Karena itu, sekalipun kaya kalsium, makanan hewani harus dikonsumsi secukupnya saja. Jika berlebihan, justru dapat menggerogoti tabungan kalsium dan mempermudah terjadinya keropos tulang.
Bahan makanan yang mengandung kalsium nabati bisa diperoleh dari sayuran daun hijau seperti sawi, bayam, brokoli, daun pepaya,daun singkong, daun labu. Selain itu biji-bijian(kenari, wijen, almond) dan kacang-kacangan serta hasil olahannya (kedelai, kacang merah, kacang polo, tempe, tahu).
d. GEJALA YANG DITIMBULKAN KALSIUM
Gejala awal kekurangan kalsium adalah lesu, banyak keringat, gelisah, sesak napas, berkurang daya tahan tubuh, kurang nafsu makan, sembelit, berak-berak, insomnia, kram. Sebaiknya sejak usia muda kita perhatikan konsumsi kalsium, supaya hari tua kita terbebas dari kerusakan tulang.
Gejala kekurangan kalsium, yaitu:

  1. Gangguan pertumbuhan
  2. Tulang kurang kuat, mudah bengkok dan rapuh
  3. Kekejangan otot
Gejala kelebihan kalsium, yaitu:

  1. Kelebihan kalsium tejadi apabila mengkonsurnsi kalsium sebesar 2500 mg/han.
  2. Kelebihan kalsium dapat menyebabkan terjadinya batu ginjal atau gangguan ginjal, konstipasi (susah buang air besar)

e. JALUR METABOLISME KALSIUM DALAM TUBUH

Untuk bisa diserap oleh tubuh, kalsium harus berbentuk cair. Namun, jika mengkonsumsi kalsium dalam bentuk padat. Adanya asam pada lambung akan mengubah bentuk kalsium padat menjadi cair. Setelah itu, barulah perjalanan kalsium di tubuh dimulai.
Dari lambung, kalsium akan diserap oleh usus. Setelah itu, apabila kalsium tersedia di dalam jumlah yang banyak, kalsium akan langsung diedarkan ke pembuluh darah melalui proses difusi. Namun, apabila jumlah kalsium yang tersedia hanya sedikit maka metabolisme kalsium akan dilakukan melalui proses transport aktif. Di dalam proses transport aktif,kalsium harus dibantu oleh vitamin D. Itulah mengapa kita memerlukan vitamin D untuk kesehatan tulang. Nah melalui aliran cairan tubuh termasuk aliran darah, kalsium akan dibawa untuk disimpan di tulang. Tetapi, perjalanan ini belum berakhir karena kalsium masih dapat terlepas lagi dari tulang. Proses ini sebenarnya terjadi secara alami, namun proses ini juga perlu diantisipasi agar kalsium yang tersusun harus seimbang dengan kalsium yang terlepas dari tulang. Mengapa? Karena bila yang tersusun lebih sedikit dari yang terlepas, maka tulang akan dapat mengalami kerapuhan, mudah patah, dan tingkat yang lebih parah lagi yakni osteoporosis.
Tidak Hanya Buat Tulang, Proses penyusunan dan pelepasan kalsium dari tulang ternyata tidak berlangsung sesederhana seperti yang kita bayangkan. Layaknya lalu lintas dengan polisi yang mengatur lalu lalangnya kendaraan, demikian pula dengan lalu lintas dari kalsium di peredaran darah kita. Yang bertindak sebagai police dalam mengatur. Ada dua macam hormon pengatur kadar kalsium dalam darah, yaitu hormon PTH (Parathyroid Hormone) dan Calcitonin.
Apabila tingkat kadar kalsium dalam darah terlalu rendah, hormon PTH akan dilepaskan. Hormon PTH ini akan memicu pelepasan kalsium dari tulang ke aliran darah. Sebaliknya, apabila tingkat kadar kalsium dalam darah terlalu tinggi, kerja hormon PTH akan dihentikan dan digantikan dengan calcitonin. Hormon calcitonin bekerja berlawanan dengan PTH, yakni menghambat terjadinya pelepasan kalsium dari tulang ke darah. Kadar kalsium di dalam darah itu penting karena kalsium juga memiliki peranan penting dalam pengaturan tekanan darah dengan cara membantu kontraksi otot-otot pada dinding pembuluh darah serta memberi sinyal untuk pelepasan hormon-hormon yang berperan dalam pengaturan tekanan darah.
Kondisi fisiologi mempengaruhi seiring dengan proses penuaan, tingkat penyerapan kalsium pada tubuh manusia akan menurun. Hal ini disebabkan karena produksi asam lambung untuk melarutkan kalsium ikut berkurang. Padahal, asam lambung ini sangat berperan untuk melarutkan kalsium agar bisa diserap. Pada wanita, peredaran kalsium dapat terjadi lebih ekstrim pada saat kehamilan dan menyusui. Bayi manusia yang baru lahir mengandung 25 gr kalsium, dan selama 6 bulan masa menyusui sebanyak 50 gram kalsium disalurkan dari sang Ibu ke bayi. Untuk itulah mengapa pada saat hamil dan menyusui setiap hari Saya mengkonsumsi suplemen yang dianjurkan (seperti CDR).
Selain itu, wanita yang mencapai masa menopause cenderung mengalami pengurangan penyerapan kalsium sebanyak 20-25%, yang tak lain disebabkan pengurangan hormon estrogen pada tubuh mereka secara alami. Hormon khusus pada kaum wanita ini secara langsung menstimulasi penyerapan kalsium oleh usus dan pencernaan.

  1. BANYAKNYA KALSIUM YANG DIBUTUHKAN TUBUH
Bagi Anda yang berusia di bawah 50 tahun, tubuh Anda tidak dapat menyerap lebih dari 500 mg kalsium pada satu kali konsumsi. Jadi, apabila Anda hendak mengkonsumsi 1000 mg kalsium untuk 1 hari, konsumsilah secara terpisah sebanyak 2 kali di waktu yang berbeda pada hari tersebut. Kalsium tersebut akan dilepaskan keluar dari tubuh kita lewat air urine, feces, dan keringat. Dibandingkan dengan makhluk hidup lain, kadar kalsium yang terkandung pada urine manusia merupakan yang paling tinggi. Beberapa klaim penyakit akibat kelebihan kalsium memang sering disebutkan, seperti kalsifikasi (pengapuran), hypercalcemia (kadar kalsium yang berlebihan pada darah), kerusakan ginjal, penurunan penyerapan mineral yang lain selain kalsium, dan kanker prostat. Hal ini karena yang sering terjadi di masyarakat kita justru sebaliknya. Batas maksimal dari asupan kalsium per hari bagi manusia dari usia 1 tahun ke atas adalah dari 2500 mg per hari. Batas ini jauh dari rata-rata konsumsi kalsium masyarakat Indonesia, yang rata-rata hanya mengkonsumsi 254 mg kalsium tiap harinya.
Bayi s.d usia 6 bulan : 400 mg / hari
Bayi usia 6 bulan s.d 3 tahun : 600 mg /Ø hari
Usia 3 s.d 10 tahun : 800 mg / hari
Usia 10 s.d 13 tahun : 1.000Ø mg / hari
Usia 13 s.d 16 tahun : 1.200 mg / hari
Pekerja keras, IbuØ hamil dan menyusui, Manula dan Wanita Menopause : 1.200 -1.500 mg / hari

  1. PENYERAPAN DAN PEMBUANGAN KALSIUM
Kemampuan absorpsi (penyerapan) kalsium lebih tinggi pada masa pertumbuhan dan menurun pada proses menua. Absorpsi pada laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan pada semua golongan usia. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi absorbsi kalsium, di antaranya kelarutan kalsium dalam air dan jenis makanan yang dimakan bersama dengan kalsium. Makanan tertentu menyebabkan pengendapan kalsium sehingga kalsium menjadi sulit diabsorpsi. Kalsium yang tidak diabsorpsi akan dikeluarkan dari tubuh. Pengeluaran ini melalui lapisan kulit, kuku, rambut, keringat, urine dan feses.

  1. FAKTOR-FAKTOR YANG MENINGKATKAN ABSORBSI KALSIUM
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan absorpsi kalsium adalah:
1. Tingkat kebutuhan
Peningkatan kebutuhan terjadi pada pertumbuhan, masa kehamilan, menyusui, defisiensi kalsium.
2. VitaminD
Vitamin D merangsang absorpsi kalsium melalui langkah-langkah kompleks. Vitamin D meningkatkan absorpsi pada mukosa usus dengan cara merangsang produksi protein-pengikat kalsium.
3. Asam kiorida
Asam Kionida yang dikeluarkan oleh lambung membantu absorpsi kalsium dengan cara menurunkan pH di bagian atas usus halus.
4. Makanan yang mengandung lemak
Lemak meningkatkan waktu transit makanan melalui saluran cerna, dengan demikian memberikan waktu lebih banyak untuk absorpsi kalsium.

  1. FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHAMBAT ABSOBSI KALSIUM
  • Kekurangan vitamin D bentuk aktif.
  • Makanan yang mengandung asam oksalat seperti bayam dan sayuran lain.
  • Makanan tinggi serat karena mempercepat waktu transit makanan di dalam saluran cerna.
  1. PENGENDALIAN KALSIUM DALAM DARAH
Yang mengatur kadar kalsium dalam darah adalah hormon Paratiroid, tirokalsitonin dan kelenjar tiroid dan vitamin D. Hormon paratiroid dan vitamin D meningkatkan kalsium darah dengan cara sebagai berikut:

  • Vitamin D merangsang absorpsi kalsium oleh saluran cerna.
  • Vitamin D dan horinon paratiroid merangsang pelepasan kalsium dan tulang ke dalam darah.
  • Vitamin D dan hormon paratiroid menunjang reabsorpsi kalsium di dalam ginjal.
G.PERAN KALSIUM DAN ESTROGEN DALAM PROSES METABOLISME
Penyerapan kalsium yang cukup sangat dibutuhkan dalam memelihara massa tulang pencegahan osteoporosis, menormalkan tekanan darah, dan mencegah hiperparatiroidisme. Minuman ringan yang memiliki kadar asam fosfat tinggi menyebabkan peningkatan asupan fosfor dalam tubuh. Hal ini menyebabkan terganggunya keseimbangan rasio kalsium dan Phospat (Ca:P) yang berakibat pada terhambatnya penyerapan kalsium yang berdampak terhadap penurunan massa tulang dan akhirnya osteoporosis. Kafein yang terkandung dalam minuman ringan dapat memacu pembuangan kalsium melalui urin. Hal ini pulalah makin mendukung rendahnya asupan kalsium pada konsumen minuman ringan.
Secara normal di tubuh kita terjadi suatu tahapan yang disebut remoddeling tulang, yaitu suatu proses pergantian tulang yang sudah tua untuk diganti dengan tulang yang baru. Hal ini sudah terjadi pada saat pembentukan tulang mulai berlangsung sampai selama kita hidup. Proses remodeling ini dimulai dengan terjadinya resorpsi atau penyerapan atau penarikan tulang oleh sel tulang yaitu osteoklas, kemudian tulang yang sudah diserap itu tadi akan diisi oleh tulang yang baru dengan bantuan sel tulang yang bernama osteoblas.
Kejadian ini adalah suatu keadaan yang normal, dimana pada saat proses pembentukan tulang sampai umur 30 – 35 tahun, jumlah tulang yang diserap atau diresorpsi sama dengan jumlah tulang baru yang mengisi atau menggantikan sehingga terbentuk puncak massa tulang, tapi setelah berumur 35 tahun atau wanita yang menopause atau pada hewan betina yang mengalami panhisterektomi, keadaan ini tidak berjalan dengan seimbang lagi dimana jumlah tulang yang diserap lebih besar dari jumlah tulang baru yang menggantikan. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya penurunan massa tulang yang berakibat pada osteoporosis.
Estrogen berperan penting di dalam penghambatan proses resorbsi tulang karena estrogen dapat menurunkan kadar hormon paratiroid (PTH) dalam darah, meningkatkan produksi kalsitonin dan meningkatkan produksi 1,25 Dehidroxycholecalcalferol (1,25-DHCC) dalam ginjal.
Osteoporosis akibat kekurangan estrogen dapat mempengaruhi interaksi lokal dan sistemik. Pengaruh lokal antara lain manghambat produksi sitokin oleh osteoblas yang meningkatkan proses penyerapan tulang dan pergantian tulang, menghambat produksi prostaglandin yang merupakan regulator multifungsional yang penting metabolisme tulang, menurunkan produksi insulin like growth factor dan transforming growth factor B. Kedua zat ini bekerja menghambat kerja sel tulang osteoklas, menurunkan produksi faktor pemicu koloni makrofag yang meningkatkan penyerapan tulang.
Pengaruh sistemik antara lain produksi kalsitonin secara tidak langsung dipengaruhi oleh hormon estrogen, kadar kalsitonin yang rendah akan meningkatkan penyerapan tulang, peningkatan hormon paratiroid (PTH) yang meningkatkan penyerapan kalsium tulang. Wanita atau hewan betina memiliki hormon estrogen yang dihasilkan setiap mengalami siklus menstruasi, dimana hormon ini merupakan suatu hormon yang berfungsi sebagai pelindung tulang. Wanita mulai umur 35 tahun, pengambilan massa tulang menjadi lebih sering, sedangkan penyimpanan massa tulang tetap saja.
Kepadatan tulang wanita menyusut 0,5%-1% setiap tahunnya. Setelah memasuki masa menopause, yaitu suatu fase dimana wanita sudah tidak bisa haid lagi, atau pada hewan betina yang mengalami panhisterektomi maka hormon estrogen sama sekali tidak bisa dihasilkan, wanita bisa kehilangan 2%-3% massa tulang setiap tahunnya dan itu berlangsung selama 10 tahun masa awal menopause.
Pada betina pasca panhisterektomi terjadi penurunan fungsi dari ovarium, pembentukan estrogen oleh ovarium juga menurun, kadar estrogen yang turun akan mengakibatkan gangguan keseimbangan antara sel penghancur tulang (osteoklas) dan sel pembentuk tulang (osteoblas). Hal ini akan menyebabkan terjadinnya kehilangan massa tulang yang menyebabkan peningkatan penyerapan tulang yang pada akhirnya dapat menyebabkan osteoporosis.
Estrogen meningkatkan absorbsi kalsium secara tidak langsung meningkatkan produksi 1.25 DHCC dalam ginjal, juga memelihara pergantian 1,25DHCC pada usus normal. Diperkirakan selama hidupnya wanita akan kehilangan massa tulang 30%-50%, sedangkan pria hanya 20%-30%. Tapi tidak berarti semua wanita menopause akan mengalami osteoporosis.
Kalsium memegang peranan kunci di dalam berbagai proses biologis seperti kontraksi otot, koagulasi darah, aktivitas enzim, eksitabilitas saraf, pembebasan hormon dan berbagai unsur esensial struktur tulang rangka. Untuk mempertahankan agar kadar kalsium tetap konstan diperlukan suatu sistem pengendalian, yaitu sistem kemostatis. Sistem ini dikendalikan langsung oleh hormon paratiroid (PTH), kalsiferol (1,25-DHCC) dan kalsitonin.
Absorbsi kalsium sebagian besar terjadi di duodenum dan jejunum bagian proksimal karena keadaannya lebih bersifat asam daripada bagian usus yang lainnya. Absorbsi kalsium dari lumen usus melibatkan 3 proses, yaitu transfer melalui membran mikrovili dari sel-sel mukosa, transfer melalui sel dan keluar dari sel melewati membran basolateral ke dalam cairan ekstraseluler dan dalam darah. Absorbsi kalsium di usus halus dikerjakan dengan 2 mekanisme, yaitu dengan transpor aktif dan transpor pasif. Mekanisme transpor aktif diatur oleh 1,25 – Dehidroxycholecalcferol (1,25-(OH)2D), suatu bentuk vitamin D paling aktif yang diproduksi dalam ginjal.
Transpor aktif diatur dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan kalsium tubuh yang meningkat, misalnya pada periode pertumbuhan, kehamilan, laktasi, atau pada saat diet rendah kalsium. Dehidroxycholecalciferol (1,25-(OH)2D) menyebabkan terbentuknya protein pengikat kalsium di sel-sel epitel usus. Protein tersebut berfungsi untuk mengangkut kalsium ke dalam sitoplasma sel, selanjutnya kalsium bergerak melewati membran basolateral dengan cara difusi terfasilitasi. Protein pengikat kalsium tetap di dalam sel plasma beberapa minggu sesudah 1,25-(OH)2D) dikeluarkan dari tubuh sehingga memperpanjang waktu absorbsi kalsium.
Absorbsi kalsium dalam saluran pencernaan biasanya berkisar antara 30-80% kalsium dari total asupan kalsium. Pada awal pertumbuhan 50-70% kalsium yang dicerna diabsorbsi, tetapi pada individu dewasa hanya berkisar 10-40%. Absorbsi kalsium oleh usus akan meningkat apabila kadar kalsium di usus meningkat. Kadar protein yang tinggi cenderung mengurangi kalsium dalam urin, tetapi tidak mempengaruhi absorbsinya. Unsur fosfor berperan dalam keseimbangan kadar kalsium dalam darah maupun laju penyimpanan kalsium dalam usus. Pakan dengan fosfor berlebihan akan menurunkan absorbsi kalsium. Keadaan ini akan menyebabkan terjadinya osteoporosis.
Vitamin D diabsorbsi dengan bantuan empedu, vitamin D kemudian ditranspor ke hati dan tulang, kemudian dirubah menjadi 25 hidroksikolekalsiferol. Komponen ini dirubah di ginjal menjadi bentuk fisiologis aktif 1,25 hidroksikolekalsiferol (1,25 DHCC). 1,25 DHCC kemudian ditransportasikan ke mukosa sel intestinal, tulang, dan otot skelet di mana dia disusun untuk mengatur absorbsi dan metabolisme kalsium.
Kolekalsiferol ditrasportasikan ke hati untuk dihiroksilasi menjadi kalsidiol (25-hidroksi vitamin D). Kalsitriol (1,25 dehiroksi vitamin D3) yang merupakan bentuk vitamin D yang paling aktif, disentesis dari kalsidiol di ginjal. Kekurangan vitamin D berhubungan dengan peningkatan PTH.
Terapi estrogen itu sendiri telah diakui yaitu menurunkan risiko penyakit jantung, menurunkan risiko osteoporosis, dan mungkin menurunkan penyakit Alzheimer. Estrogen menyebabkan meningkatnya aktivitas osteoblas, oleh karena itu, pada pubertas, ketika wanita atau hewan betina masuk masa reproduksi, laju pertumbuhannya menjadi cepat selam beberapa tahun. Meskipun demikian, estrogen juga mempunyai efek poten lainnya terhadap pertumbuhan rangka yaitu menyebabkan terjkadinya penggabungan awal dari epifisis dengan batang dari tulang panjang.
Efek ini lebih kuat pada wanita atau hewan betina dibandingkan dengan efek serupa dari testosteron pada pria atau hewan jantan. Sebagai hasilnya, pertumbuhan wanita atau hewan betina biasanya berhenti beberapa tahun lebih cepat daripada pria atau hewan jantan. Wanita yang dibuat steril (hewan yang dilakukan panhisterektomi) yang sama sekali tidak memproduksi estrogen biasanya bertumbuh beberapa inci lebih tinggi daripada wanita atau hewan betina normal, karena epifisisnya tidak bergabung secara dini.
Olahraga adalah salah satu ‘senjata’ untuk menanggulangi osteopeni (penipisan tulang) maupun osteoporosis (keropos tulang). Latihan fisik dalam pembentukan tulang yang sehat dan kuat akan bereaksi terhadap beban yang diterima. Lakukan olahraga pembebanan secara teratur seperti jalan kaki, bersepeda, jogging, dansa, tenis/badminton atau naik turun tangga. Dan sebaiknya kombinasikan juga dengan latihan kelenturan dan keseimbangan.
Kalsium diperlukan untuk pembentukan tulang. Sumber kalsium makanan kita dapatkan dari susu, keju, ikan (misalnya: salmon dan sardin), kerang, tiram, udang, sayuran (misalnya: brokoli), kacang kedelai. Bila perlu, dapatkan kalsium dari sumber lain seperti tablet kalsium ( kadang tablet kalsium dapat menimbulkan rasa mual ).
Obat golongan bifosfonat bekerja spesifik menghambat terjadinya pengeroposan tulang dengan cara menghambat kerja sel – sel penghancur tulang yang berlebihan. Alovel spesifik bekerja menghambat sel osteoklas yang menyerap dan meresorpsi tulang.
Vitamin D dibutuhkan untuk membantu penyerapan kalsium pada usus sehingga asupan kalsium dapat digunakan oleh tubuh secara maksimal. Kebutuhan vitamin D lebih kurang 400 IU per hari. Saat mentari pagi bersinar, lakukan aktivitas di luar rumah untuk beberapa menit setiap harinya. Cukup mendapat paparan sinar matahari pagi sebagai sumber vitamin D sekurang-kurangnya 10 menit lamanya, terutama antara pukul 06.00 – 09.00. Sebaiknya tubuh yang terkena sinar matahari tidak dilindungi tabir surya maupun pakaian lengan panjang, agar pembentukan vitamin D tidak terhalang. Paparan sinar matahari bila tidak mencukupi bisa dibantu dengan minum suplemen vitamin dengan dosis 400-800 IU.
BAB III
PENUTUP

  1. Hormon adalah zat kimiawi yang dihasilkan tubuh secara alami. Begitu dikeluakan, hormon akan dialirkan oleh dara menuju berbagai jaringan sel dan menimbulkan efek tertentu sesuai dengan fungsinya masing-masing.
  2. Mineral merupakan komponen inorganik yang terdapat dalam tubuh manusia. Berdasarkan dari kebutuhannya, mineral terbagi menjadi 2 kelompok yaitu mineral makro & mineral mikro. Mineral makro dibutuhkan dengan jumlah > 100 mg per hari sedangkan mineral mikro dibutuhkan dengan jumlah <100 mg per hari.
  3. Contoh-contoh mineral adalah Kalsium, Fosfor, Magnesium, Natrium, Klorida, Kalium, Besi, Seng, Iodium, Selenium, Tembaga, Mangan, Kromium.
  4. Estrogen adalah hormon wanita yang berperan dalam perkembangan dan pemelihararaan struktur reproduksi wanita dan karakteristik sekunder seperti payudara.
  5. Dampak jangka panjang akibat berkurangnya hormon estrogen adalah meningkatnya risiko Osteoporosis (patah tulang), meningkatnya risiko penyakit jantung koroner, meningkatnya risiko dimensia (linglung), meningkatnya risiko kanker usus besar, meningkatnya risiko stroke dan katarak.
  6. Manfaat kalsium bagi tubuh adalah mengaktifkan syaraf/menghantarkan signal ke dalam sel-sel saraf, melancarkan peredaran darah, melenturkan otot / mengatur kontraksi otot, menjaga keseimbangan cairan tubuh, mencegah Osteoporosis (keropos tulang), mengatasi keluhan saat haid dan menopause, meminimalkan penyusutan tulang selama hamil dan menyusui, membantu mineralisasi gigi dan mencegah pendarahan akar gigi, mengatasi Kaki tangan kering dan pecah-pecah, mengatasi kencing manis (mengaktifkan pankreas) dan lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2002. Memenuhi Kebutuhan Kalsium. medika@republika.co.id . Diakses pada tanggal 16 Mei 2008 pukul 12.55
Anonim. 2008. Kalsium. http://kesmas-unsoed.info Diakses pada tanggal 16 Mei 2008 pukul 10.24
Anonim. 2007. Penuhi Kalsium dari Berbagai Sumber. http://www.indokado.com. Diakses pada tanggal 16 Mei 2008 pukul 10.59
Anonim. 2008. Siapa yang Berisiko Terkena
IA. Rachman. 2002. Terapi sulih hormon pada osteoporosis (Keunggulan terapi gabungan) Simposium Osteoporosis. Gemari Online : KBI
Lehninger A, Nelson D , Cox M M . 1993.Principles of Biochemistry 2nd
Stryer L .1995. Biochemistry 4th
Yuni. 2003. http://www.republika.co.id. Diakses pada tanggal 12 April 2008 pukul 07.07

FORMAT BANYAK YANG SALAH. PERBAIKI SENDIRI YA..hehehhe

Related Sites

lelakighairah | Selamat datang ke blog cerita seks

lelakighairah | Selamat datang ke blog cerita seks: Read all of the posts by lelakighairah on Selamat datang ke blog cerita seks

Sources : http://infolelakighairah.wordpress.com/author/lelakighairah/

BIOLOGI GONZAGA: SOAL-BAHAS SYST RESPIRASI

BIOLOGI GONZAGA: SOAL-BAHAS SYST RESPIRASI: 1. Jalur yang tepat untuk menunjukkan keluarnya karbon dioksida dalam tubuh adalah … a. alveolus --&gt; bronkiolus --&gt; bronkus --&gt; laring --&gt; trakea

Sources : http://biologigonz.blogspot.com/2009/11/system-respirasi.html

Homosistein faktor risiko baru (non tradisional) penyakit ...

Homosistein faktor risiko baru (non tradisional) penyakit ...: homosistein dengan PKV, dan 11 penelitian tentang folat sebagai determinan homosistein plasma. Peningkatan homosistein merupakan faktor risiko independen untuk PKV ...

Sources : http://www.univmed.org/wp-content/uploads/2011/02/pusparini(4).pdf

kumpuln makalah

kumpuln makalah: MAKALAH FARMAKODINAMIK Disusun Oleh : Andri F Anggi L Cindy N Deris Herul R Riski B Siti W SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KATA PENGANTAR Alhamdulillahirabbilalamin

Sources : http://kumpulanmakalah-dandifazri.blogspot.com/

Makalah Sifat Kerja Obat, Rute Pemberian Obat, dan Faktor ...

Makalah Sifat Kerja Obat, Rute Pemberian Obat, dan Faktor ...: Makalah Sifat Kerja Obat, Rute Pemberian Obat, dan Faktor yang Mempengaruhi Kerja Obat

Sources : http://diajengdianhusada.blogspot.com/2013/04/makalah-sifat-kerja-obat-rute-pemberian.html

Makalah Pengaruh Hormon Estrogen dan Kalsium Dalam Proses Metabolisme Responses

Leave a Reply